Pengurus Besar PGRI
PENGURUS
BESAR PGRI
I. Kongres PGRI ke-1
tanggal 23-25 November 1945 di Surakarta (solo)
Kongres I PGRI di laksanakan di Surakarta (Solo), Jawa
Tengah pada tanggal 23-25 November 1945, dengan susunan PB sebagai
berikut:
· Ketua I : Amin Singgih
· Ketua
II
: Rh.Koesnan
· Ketua
III
: Soekitro
· Penulis
: Djajeng Soegianto
· Bendahara
: Siswowidjojo
Beberapa bulan kemudian Ketua I Amin Singgih di angkat sebagai
Bupati Mangkunegaran, sehingga terpaksa di adakan perombakan susunan pengurus
besar dengan formasi berikut:
· Ketua
I
: Rh. Koesman
· Penulis
I
: Sastrosoemarto
· Penulis
II
: Kadjat Matosoebroto
· Bendahara
: Soemidi Adisasmito
II. Kongres PGRI ke-2
tanggal 21-23 Desember 1946 di Surakarta(solo)
Melalui kongres ini PGRI
mengajukan tuntutan kepada pemerintah yaitu:
1. Sistim pendidikan selekasnya
didasarkan pada kepentingan nasional.
2. Gaji guru supaya tidak di hentikan.
3. Di adakan Undang-Undang Pokok
Perburuhan.
Tuntutan tersebut mendapat perhatian pemertintah, terbukti dengan
di tunjuknya Rh. Koesnan menjadi anggota Panatia Gaji Penerintah yang di bentuk
oleh Departemen Kuangan RI.
Dari kongres tersebut komposisi PB sebagai berikut:
· Ketua
I
: Rh.
Koesnan
· Ketua
II
: Soejono
Kromodomejo
· Ketua
III
: Soedjono
Karena Ketua I Rh. Koesman di tunjuk sebagai Mentri Social
dan Perburuhan dalam Kabinet Hatta, maka KB di ubah menjadi; Ketua II Sowjono
Kromodimuldjo menjadi Ketua I dan Ketua III Soedjono menjadi Ketua II,
sedangkan Jabatan Ketua III di hapus.
III. Kongres PGRI ke-3(Darurat) tanggal 27-29 Februari 1948 di Madiun
Kongres ke III PGRI di adakan di Madiun Jawa Timur pada
Tanggal 27-29 Februari 1948, kongres yang di adakan dalam keadaan darurat
ini antara lain memutuskan bahawa untuk meningkatkan efektivitas organisasi di
tenpuh dengan jalan memekarkan cabang-cabang yang tadinya keresidanan mamiliki
satu cabang menjadi cabang-cabang yang lebih kecil, tetapi dengan jumlah
anggotanya 100 orang.
Susunan Kongres ke-III PGRI adalah sebagai berikut:
· Ketua
I
: Soedjono kromodimoeldjo
· Ketua
II
: Soedjono
· Ketua
III
: Soedarsono
Pada akhir tahun 1948 s.d awal tahun 1949 dengan kembalinya
kekuasaan pemerintah RI ke Yogyakarta, maka kembali pula PGRI menggerakkan
organisasinya dan memindahkan kedudukan PB dari Solo ke Yogyakarta, dengan
susunan pengurus sebagai berukut:
· Ketua Umum I : Soejono Kromodimejo
· Ketua Umum II :Soedjono
(Wk. PB di Jakarta)
· Ketua Umum
III :
Soedarsono
· Sekretaris
Umum : Soekirno,
Soebakti
· Bendahara :
Soewandi
IV. Kongres PGRI ke-4
Tanggal 26-28 Februari 1950 di Yogyakarta
Kongres ke IV yang berlangsung di Yogyakarta 26-28
februari 1950 ini, memutuskan untuk mengeluarkan “Maklumat
Persatuan” yang berisikan seruan kepada masyarakat, khususnya kepada guru-guru,
untuk membantu menghilangkan suasana yang membahayakan dalam hubungan antara
golongan” Non-“dan “Ko” ,dan menggalang persatuan demi perjuangan untuk mengisi
kemerdakaan. Ternyata “Maklumat Persatuan” ini mendapat perhatian dan penghargaan
dari kalangan luas termasuk Pemarintah.Adapun susunan PB dalam Kongres Ke IV
adalah :
· Ketua I
: Rh. Koesman
· Ketua
II :
Soedjono
· Ketua
III
: Soejono Kromodimoeljo
Rh. Koesnan dan Pengurus-Pengurus Besar lain berkedudukan di
Yogyakarta, Mereka secara bersama memelihara hubungan Jwa tengah. Jawa Timur
dan DIY. Mereka juga bertugas memelihara hubungan Jawa Barat, Sumatra,
Kalimantan Indonesi Timur, dan Sunda Kecil.
V. Kongres PGRI ke-5
Tanggal 19-24 November 1950 di Bandung
Diadakan di Bandung pada tanggal 19-24
Desember 1950 tepatnya di Hotel Savoy Homann, dan di buka oleh ketua
PB PGRI Rh.KoesmanDalam Kongres ini di bicarakan suatu masalah yang prinsipil
dan fundamental bagi kehidupan perkembangan PGRI selanjutnya yaitu asas
organisasi ini.
VI. Kongres PGRI ke-6
Tanggal 24-30 November 1952 di Malang
Kongres PGRI Ke VI berlangsung di Malang Jawa Timur 24-30 November
1952, dalam Kongres ini menyapakati beberapa keputusan penting:
· Dalam Bidang Organisasi, Kongres menetapkan bahawa asas PGRI ialah keadilan sosial dan
dasarnya adalah “Demokrasi”, dan PGRI tetap berada di bawah GBSBI (Gabungan
Serikat Buruh Indonesia). ·
Dalam Bidang Pendidikan,di setujui agar (a) sisitim pengajaran di selaraskan dengan
kebutuhan Negara pada masa pembangunan,(b) KPKB(Kursuss Persamaan Kewajiban
Belajar) di ubah menjadi SR 6 tahun (c) KPKPKB di hapus pada ahir tahun
1952/1953 (d) Kursus B-I/B-II untuk pengadaan guru SLTP dan SLTA di atur
sebaik-baiknya dan (e) di adakan Hari Pendidikan Nasional.
· Dalam Bidang Uumum, di sepakati supaya anggaran belanja Kementrian PP & K di
tingkatkan menjadi 25% dari seluruh anggaran belanja Negara dan agar Jawatan
PP & K di pusatkan sampai tingkat propinsi saja.Dalam Kongres ini
di syahkan pula “Mars PGRI” ciptaan Basoeki Endropranoto.
Pada Kongres ke VI untuk pertama kalinya PV PGRI berusaha
mengajukan konsep tentang isi dan pengertian “Pendidikan Nasional”.Adapun
susunan pengurusnya adalah:
· Ketua
I : Soedjono
· Ketua II
:
M.E.Subiadinata
· Panitera
Umum :
Moehammad Hidajat
· Tata
Usaha
: Soebandri
· Panitera Pendidikan :
Ktut Nara
· Redaksi
Majalah Suara Guru
:Soeprdo, Soedjono Soebandri
VII. Kongres PGRI ke-7 Tanggal 24 November s.d 1 Desember 1954 di
Semarang
Kongres ini di laksanakan di Semarang
tepatnya di SMA-B Candi
Semarang pada
tanggal 24 November s,d 1 Desembar 1954
. Hasil Kongres ini antara lain;
· Bidang Umum, Pernyataan mengenei
Irian Barat, Pernyataan mengenei korupsi, resolusi mengenei desentralisasi
sekolah, mengenei pemakaian keuangan oleh kementrian PP & K, dan mengenei
penyempurnaan cara kerja Kementrian PP & K ,
· Bidang
Pendidikan, resolusi mengenei anggaran belanja PP & K yang harus mencapai
25% dari seluruh anggaran belanja Negara, mengenei UU Sekolah Rakyat, dan UU
Kewajiban Belajar,mengenei Film, iektur, gambar, serta radio dan pembentukan
Dewan Bahasa Nasional.
Empat orang formatur terdiri atas Soedjono (944 suara),
M.E.Subiadinata (784 suara), Hermanoe Adi (264 suara), dan Moehammad Hidajat
(258 suara) di pilih oleh Kongres untuk mekengkapi susunan PB berikut:
· Ketua
I
: Soedjono
· Ketua
II :
M.E.Subiadinata
· Ketua
III
: Hermanoe Adi
Terjadi pergantian Komisaris Daerah dan penambahan Komisaris
Daerah sebagai berikut:
· Sumatra
Utara
: Idris M, Hutapea
· Sumatra
Tengah
: Achmad Chatib
· Sumatra
Selatan
: Madian
· Jakarta Raya : Baheransjah Sutan Indera
· Jawa Barat :
M. Hosein
· Jawa
Tengah
: Soenarto
· Yogyakarta :
Muh,Djumali
· Jawa
Timur :
Hermanoe Adi
· Kalimantan
Barat
: R.Sujo
· Kalimantan
Selatan
: Sjahran
· Sulawesi
Utara : E,A Parengkuan
· Sulawesi
Selatan
: J.E.Tatengken
· Bali
: Madae Mendra
· Maluku
: M.Ruhupatty
VIII. Kongres PGRI ke-8 Oktober 1956 di Bandung
Susunan PB-PGRI hasil
kongres ini adalah sebagai berikut:
1. Ketua Umum
: M.E Subiadinata
2. Ketua I
: Soedjono
3. Ketua II
: M.Hoesein
4. Panitera Umum I
:
Soebandri
5. Panitera Umum II
: Widodo
6. Panitera Keuangan
: A. Zachri
7. Panitera Organisasi
: Soekandar
8. Panitera Pendidikan
: Idris M. Hutapea
9. Panitera Perburuhan
: Alamsjahroeddin
10. Panitera Sosial/ekonomi :
A. Harahap
11. Komisaris Umum : Nj. S. Soenardi
12. Komisaris Umum : P.J. Karamoy
IX. Kongres PGRI ke -9 31 Oktober -4 November 1959 di Surabaya
Berikut susunan
Pengurus besar PGRI bedasarkan Kongres PGRI ini:
1. Ketua umum
: M.E. Subiadinata
2. Ketua I
: M. Hoesein
3. Ketua II
: Soebandri
4. Panitera Umum I
: Soekarna Prawira
5. Panitera Umum II & Keuangan
:
A. Zachri
6. Panitera Perburuhan
: Moejono
7. Panitera Pendidikan
: L ManuSama
8. Panitera Keuangan
: A.Zachri
9. Panitera Organisasi
: Moersid Idris
10. Panitera Sosial/Ekonomi
: Ismartojo
11. Komisaris umum urusan Perburuhan : A. Sanoesi
12. Komisaris umum urusan pendidikan :
A.H.Harahap
13. Komisaris umum urusan Perburuhan :
alamsjahroeddin
14. Komisaris umum urusan kewanitaan : Nj.
Soenardi
X. Kongres PGRI ke-10 Oktober 1962 di Jakarta bertempat di Gelora
Bung Karno.
XI. Kongres PGRI ke-11 Tanggal 15 -20 Maret 1967 di Bandung
Berikut ini susunan
PB PGRI sisa perserikatan XI sejak oktober 1969
1.Pjs.Ketua umum dan Ketua I Sekretaris kebudayaan/ kemasyarakatan
: Slamet
2. Ketua II
: Maderman B.A
3. Sekretaris Jendral
:Drs.EstikoSoeparjono
4. Sekretaris Tenaga Kerja
: Ny. Dahniar Zein
5. Sekretaris Pendidikan/keguruan
: Drs. WDF Rindorindo
6. Sekretaris Organisasi
: Brotomuljono
7. Sekretaris sosial ekonomi
: Drs. M. Rusli yunus
8. Sekretaris perguruan tinggi
: Drs. A. Latief Zachri
9. Sekretaris kewanitaan
: Ny. S. Soenardi
10. Sekretaris Olahraga
:Moh. Djoemali
11. Sekretaris Penerangan / Hubungan Masyarakat : T. Simbolon
12. Sekretaris hubungan Luar Negeri
: Anwar Jasin, M.Ed
XII. Kongres PGRI ke-12 Tanggal 29 Juni -4 Juli 1970 di Bandung.
Berikut ini
merupakan susuna PB-PGRI pada kongres ke XII:
1. Ketua
umum
:Basyuni suriamiharja
2. Ketua
I
:Maderman
3. Ketua
II
:Drs. WDF Rindorindo
4. Sekretatis
jendral
:M. Hatta
5. Sekretatis
keuangan
: Drs. H. Ghazali Dunia
6. Sekretatis Pendidikan
:Prof. Dr winarno surakhmad
7. Sekretatis
Perburuhan
:Soeharto Padmoatmojo
8. Sekretatis
Organisasi
:Satyono BA
9. Sekretatis Kewanitaan
:Ny. Dahniar Zein
XIII. Kongres PGRI ke-13 Tanggal 21-25
November 1973 di Jakarta
Diselenggarakan di Jakarta 21-25 novenber 1973, Dengan susunan PB
PGRI sebagai berikut:
a. Ketua Umum
: Basyuni Suriamiharja
b. Ketua I
: Prof. Dr.Wnarno Surakmad
c. Ketua II
: DRS. Madorman.
d. Sekretaris
Jendral :
Drs. WDF Rindorindo
Dalam
menjalankan tugasnya PB PGRI untuk pertama kalinya mendapat bimbingan dari
Dewan Pembina Pusat yakni Mentri Pendidikan Dan kebudayaan, Mentri Dalam Negri,
Mentri Agama, Dr.midian Sirait, Prof. Sadajoen Siswomartojo, Prof. IP
simanjuntak, M.A.AE Manihuruk.
XIV. Kongres PGRI ke-14
Tanggal 26-30 Juni 1979 di Jakarta
Diselenggarakan di Jakarta tanggal 26 – 30 Juni 1979,adapun
susunan PB-PGRI (1979-1984) adalah sebagai berikut:
Ketua Umum
: Basyuni Suriamiharja
Ketua
:
Prof.Dn Amran Halim
Wakil Ketua
: Dra,Ny.M. Wahyudi
Wakil Ketua
: Drs.Sudarmaji
Wakil Ketua
: Drs.Aidil Fitrisyah
Sekretaris
Jendral :
Drs. WDF Rindorindo
Wakil SekJen
: Mohammad Hatta
Untuk melaksanakan keputusan Kongres, PB PGRI membentuk YPLP –
PGRI DENGAN Akta Notaris Moh.Ali No.21 tanggal 31 Mart 1980 yang berlaku surat
sejak 1 Januari 1980.Dengan SK PB PGRI No.951/SK/PB/XIV?1980 tanggal 10 Oktober
1980 diangkat Pengurus Pusat YPLP-PGRI yang pertama sebagai berikut:
1. Ketua :
Slamet I
2. Wakil
Ketua :
Drs. Soepojo Padmodipuro
3. Sekretaris
: Surdilani
XV. Kongres PGRI ke-15
Tanggal 16-21 Juli 1984 di Jakarta
Adapun susunan PB PGRI XV (1984-1989)
adalah sebagai berikut:
· Ketua Umum
: Basyuni Suriamiharja
· Ketua
: Dr.Anwar Jasin, M.Ed
· Ketua
: Prof. Dr. Amran
Halim
· Ketua
: Ny. M Wahyudi
· Ketua
: Drs. Is
Riwidikdo
· Ketua
: Drs. I Gusti Agung Gde Oka
· Ketua
: Drs. Adil
Fitrisyah
Susunan Dewan pembinaan pusat PGRI Masa Bhakti XIV
(1984-1989) sebagai berikut:
· Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan,sebagai Ketua
· Menteri Dalam
Negeri , menteri Agama,Menteri Penerangan, Menteri Sosial, ketua Umum DPP
Golkar, AE.Mamehuruk, Dr. midian Sirait, dan, Prof. Dr.D.A , sebagai
Anggota.
· Sekreyaris Jendral
PB-PGRI, sebagai Sekretaris.
Salah satu karya besar PGRI masa bhakti ke- XV adalah pembangunan
Gedung Guru Indonesia (GGI) di Jl.Tanah Abang
III No.24 Jakarta, pelaksanaan pembangunan di mulai 20 Mart 1986 dan
di serahkan kepada PGRI pada 21 Mart 1987, kemudian di resmikan oleh Presiden
Soeharto 21 April 1987.
1. Pada kongres “pertama”membicarakan
tetang disampaikannya tentang protes kepada seluruh dunia terhadap
tindakan-tindakan tentara penduduk di indonesia dengan tujuan agar kongres
pertama PGRI yang berlangsung 100 hari setelah kemerdekaan turut membantu
membangkitkan semangat para guru, untuk memperkuat berdirinya republik
Indonesia.
2. Kongres “kedua”membicarakan
tentang masa sulit yang turut menguji kebulatan tekad anak bangsa untuk
mempertahankan kemerdekaannya termasuk para guru.
3. Kongres “ketiga”pada
kongres ini diangkatnya efektivitas organisasi.Kongres
4. “keempat”Kongres ini PGRI
mendapat pujian dari Presiden RI Assa’at. Menurutnya PGRI merupakan pencerminan
semangat juang para guru sebagai pendidik rakyat dan bangsa.Kongres
5. “Kelima”Membicarakan
tetang konsolidasi organisasi mulai nyata lebih-lebih dalam pelaksanaan ART,
komisariskomisaris daerah dibentuk serta susunan pengurusnya.Kongres
6. “Keenam”disepakatinya
beberapa keputusan penting dalam bidang organisasi.Kongres
7. “Ketujuh”Dalam kongres ini
dibicarakannya masalah urusan agama.Kongres
8. “Kedelapan”Pada kongres ini
disepakatinya beberapa keputusan penting dalam bidang organisasi.Kongres
9. “Kesembilan”Dalam
kongres ini ditarinya kembakli dukungan terhadap masalah PSPN ke dalam soksi
akan keluar.Kongres
10. “Kesepuluh”Pada
masa kongres ini terjadinya perpecahan dalam tubuh PGRI.Kongres
11. “Kesebelas”Dalam kongres ini
ditegaskannya anggaran dasar sifat PGRI yang unitraristik, indevendent dan non
partai politik.Kongres
12. “Kedua belas”Pada kongres ini
terjadinya perubahan struktur PB-PGRI.Kongres
13. “Ketiga belas”Membicarakan tetang
diangkatnya Drs. Rusli Yunus menjadi kepala sekolah RI di Tokyo.Kongres
14. “Keempat
belas”Ini PB-PGRI membentuk YPLP PGRI (Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan
PGRI).Kongres
15. “Kelima belas” Didirikannya
proyek pelaksanaan Pembagunan GGI.Kongres
16. “Keenambelas”Disusunnya PBPGRI
masa bakti XVI (1989-1994).Kongres
17. “Ketujuhbelas”Disusunya
tim penulis buku sejara PGRI dari masa ke masa.Kongres
18. “Kedelapanbelas”Dirubahnya
susunan pengurus PB PGRI kalau pada masa lampau pemimpin selalu dipilih secara
aklamasi kini mulai ada peraturan antara kedua calon ketua umum.Kongres
19. ”Kesembilan belas”PGRI mendesak
pemerintah untuk menindaklanjuti Undang-Undang (UU) tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Sisdiknas) dengan memberikan jaminan konstitusional bagi
terselenggaranya pendidikan nasionalKongres
20. ”Kedua puluh” Ini memaparkan
berbagai dinamika dan problematika guru di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar