Serikat Pekerja
SERIKAT PEKERJA
Serikat
pekerja merupakan organisasi yang dibutuhkan anggota PGRI untuk meningkatkan
kesejahteraan anggotanya bersama keluarganya. Melalui serikat pekerja ini para
anggota PGRI berhak menuntut kesejahteraan dan berhak ikut serta menentukan
mutu pendidikan bersama pemerintah.PGRI harus berusaha sekuat tenaga untuk
memperkuat organisasi ini karena banyak sekali tantangan yang harus dihadapi
terutama bidang politik dalam pemerintahan maka untuk itu diadakanlah kerjasama
dengan organisasi-organisasi internasional.
PGRI
sebagai Serikat Pekerja
Menurut
UU No. 13 Tahun 2003, Serikat Pekerja/Serikat Buruh adalah organisasi yang di
bentuk dari, oleh dan untuk pekerja/buruh baik di perusahaan maupun di luar
perusahaan, yang bersifat bebas, terbuka mandiri, demokratis dan bertanggung
jawab guna memperjuangkan, melindungi hak dan kepentinga pekerja/buruh serta
meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya.
Meskipun
status PGRI hanya sebagai organisasi profesi, pengurus Besar PGRI bekerja sama
dengan World Confederation of Organinization of the Teaching Profession (WCOTP)
dan International Federation Of Free Teachers Union (IFFTU)menyelenggarakan
latihan kepemimpinjan (leadership training)di berbagai daerah di indonesia.
Salah satu materi yang di ajarkan pada latihan kepemimpinan ini adalah dasar
-dasar Serikat Pekerja
Pada
tahun 1990 PGRI telah terdaftar di departemen tenaga kerja (DEPNAKER) sebagai
Organisasi Serikat Pekerja dengan SK Menaker No. 197/Men/1990 Tanggal 5 April
1990. Namun demikian pada saat itu PGRI belum dapat melaksanakan ketentua
sebagai organisasi Serikat Pekerja karena kondisi politik belum mengijinkan.
pada kongres PGRI XVIII tahun 1998 di putuskan bahwa salah satu jati diri PGRI
adalah Organisasi ketenagakerjaan.
Perjuangan
dan Kondisi Serikat Pekerja di Indonesia
Serikat
pekerja berusaha mengatur hubungan kerja kerja dengan majikanya dalam rangka
memperjuangkan peningkatan kesejahteraan pekerja (anggota) dan
keluarganya.Gerakan Serikat Pekerja adalah manifestasi dari bentuk solidaritas
yang memperjuangkan kesejahteraan,keadilan,demokrasi,martabat dan hak-hak asasi
manusia.Hak-hak Serikat Pekerja (Trade Union’s Rights )berisi hak-hak asasi
manusi yang dipekerjakan.Masih banyak hak asasi manusiayang dipekerjakan yang
belum terlaksana.
Titik
Berat Perjuangan dan Tantanganya
Telah
dikemukakan bahwa titik berat perjuangan serikat pekerja adalah berupaya
meningkatkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya.untuk mencapai tujuan
itu,maka disusunlah strategi, taktik dan metode. Sebagai contoh dapat
dikemukakan bahwa dalm rangka menentukan gaji guru maaka diadakan perjanjian
kerja sama (collective bargaining) antara pemerintah dan persatuan guru.
Perundingan ini diakhiri dengan penandatanganan kontrak. Bila pemerintah
melanggar ketentuan yang tercantum dalam kontrak, maka pengurus persatuan guru
bisa mengadakan demonstrasi. Bila tidak ada jalan lain lagi maka langkah
terakhir adalah mengadakan pemogokan. Bila terjadi pemogokan maka kemungkinan :
a) Ada
guru yang tidak mau ikut mogok
b) Pemerintah
menghentikan pembayaran gaji guru yang mogok, sehingga
organisasi guru yang harus membayar gaji
guru yang mogok tersebut
c) Pemerintah
menangkap beberapa pengurus organisasi guru yang dicurigai.
Pada
saat ini cukup banyak anggota PGRI telah terpilih menduduki jabatan penting
dalam kepengurusan KSPI. Untuk memperkuat posisinya, Serikat Pekerja dapat
meminta bantuan kepada induk organisasinya di luar negri. Misalnya PGRI dapat
meminta bantuan Education International.
Kita juga perlu meminta bantuan kepada ICFTU, karena EI dan KSPI tergabung
dalam ICFTU. Di samping itu kita perlu juga berhubungan dengan ILO dan UNESCO.
Pada saat ini ada tiga organisasi guru internasional yaitu :
1. Education
International yang berinduk pada ICFTU.
2. World
Confederaationof Teachers yang berinduk pada World Confederation of
Labours.
3. FISE
(komunis) yang berinduk pada Persatuan Buruh Komunis Internasional.
PGRI
hanya bergabung dengan Education International.
PGRI
Organisasi Guru Lokal Organisasi Guru Komunis Lokal
Dalam
forum internasional, PGRI telah turut memprakarsai pembentukkan :
1. Persatuan
Guru ASEAN (ASEAN Council of Teachers,ACT), yaitu gabungan
Organisasi
Guru dari 10 negara anggota ASEAN.
2. Pertemuan
Guru Nusantara, yaitu kumpulan organisasi guru yang berbahasa
Melayu
di kawasan ASEAN.
Selanjutnya
kita perlu merenungkan hal yang menyebabkan PGRI kelihatan kuat, antara
lain
sebagai berikut :
1. Memiliki
anggota yang cukup besar (kurang lebih 1,6 juta orang).
2. Telah
berpengalaman dalam perjuangan mengatasi berbagai permasalahan.
3. Mempunyai
hubungan erat dengan banyak organisasi guru di luar negri.
4. Anggota
Education International.
Disamping
itu kita perlu mencatat faktor yang dapat melemahkan PGRI, antara lain :
1. Sudah
banyak berdiri organisasi guru lain sehingga bisa merupakan ancaman
bagi
PGRI.
2. Iuran
PGRI kecil dan tidak semua anggota membayarnya.
3. Pada
umumnya kesejahteraan anggota PGRI sangat memprihatinkan.
Dana
Suatu
Organisasi tidakakan menjadi kuat bila tidak ditopang oleh dana yang memadai.
Olehsebab itu, PGRI harus berusaha sekuat tenaga untuk mencari dan untuk
membiayai kegiatan Organisasi. Sehubungan dengan itu disarankan hal – hal
berikut :
PGRI harus berupaya agar semua iuran
anggota dapat masuk, tidak hilang atau
tersangkut pad aseseorang .
PGRI harus memperjuangkan agar upaya
kemasukan iuran anggota dilakukan
dengan “check – off system “.
PGRI sebanyak mungkin mencari sumber
dana lain di luar iuar ananggota.
Pengurus harus lincah dan tanggap dalam
rangka mencari dana bagi Organisasi.
Para anggota harus terus di sadarkan
tanggung jawabnya dalam membayar iuaran.
Peranan bendahara sangat penting dalam
upaya menerima, menyimpan, membayar serta bertanggung jawab mengembangkan
sumber dana dan menejemen penggunaan dana Organisasi.
Meningkatkan koperasi guru/PGRI.
Peranan dan partisifasi anak lembaga
PGRI perlu di tingkatkan dalam rangka pengumpulan dana.
Mendirikan perusahaan.
Bantuan dari luar harus tidak mengikat
sehingga Organisasi dapat berjalan lancer dan bebas.
Sosialisasi
dan Pelaksanaan Serikat Pekerja
seluk
beluk Serikat Pekerja merupakan suatun yang penting bagi PGRI. Oleh sebab itu
perlu diadakan sosialisasi kepada seluruh anggota PGRI. Karena Jumlah anggota
PGRI sekitar 1.6 juta orang yang tersebar di seluruh pelosok tanah air, maka
sosialisasi maka sosialisasi membutuhkan dana besar dan waktu yang cukup lama.
Sosialisasi tentang Serikat Pekerja dapat di lakukan dengan berbagai cara
antaralain :
I. Dilakukan
pada tiap pertemuan PGRI
II. Memanfaatkan
majalah PGRI yaitu majalah Surat Guru yang di terbitkan
oleh
PB PGRI dan majalah PGRI lainnya yang di terbitkan di daerah.
III. Menerbitkan
bulelletin khusus PGRI yang memuat berbagai aspek tentang
Serikat
Pekerja.
Komentar
Posting Komentar